Indonesia, suatu negara berkembang, sudah mengalami kelesuan ekonomi selama bertahun-tahun. Namun bila ditinjau secara keseluruhan, sektor telekomunikasi di Indonesia masih mengalami pertumbuhan yang cukup memuaskan. Sebagai contoh pertumbuhan sektor telekomunikasi Indonesia di bidang selular mencapai 43% selama tahun 2007 (*menurut World Cellular Information Service). Tidaklah aneh angka 43% dapat tercapai bila melihat keadaan saat ini, hampir setiap orang baik tua maupun muda, golongan atas maupun golongan bawah memiliki suatu alat telekomunikasi yang dikenal dengan sebutan “handphone”.
Menurut beberapa pakar telekomunikasi, tarif telekomunikasi di Indonesia, jika dibandingkan dengan tarif telekomunikasi di negara lainnya masih tergolong mahal. Di sisi lainnya kebutuhan masyarakat Indonesia akan jasa layanan telekomunikasi terus menerus meningkat. Melihat keadaan ini, maka terdapat peluang yang sangat potensial untuk memasarkan suatu produk atau jasa telekomunikasi dengan tarif yang lebih terjangkau, kualitas yang lebih baik dan efisien.
Setelah meneliti berbagai jenis teknologi telekomunikasi selama beberapa pekan terakhir ini, WiMAX merupakan jawaban yang tepat untuk kondisi di Indonesia saat ini.
WiMAX (Worldwide Interoperability for Microwave Access) merupakan suatu teknologi telekomunikasi bersifat universal (worldwide) yang menggunakan gelombang mikro dalam mentransmisi (mengirim) ataupun untuk menerima data. Karena bersifat universal WiMAX dapat diimplementasi dan diproduksi secara masal (produksi chip WiMAX dalam volume besar mengakibatkan harga per unitnya mengalami penurunan). Selain itu, WiMAX merupakan suatu teknologi telekomunikasi pita lebar, sehingga mampu mengakomodasi permintaan komunikasi dalam kapasitas besar dan dalam kecepatan tinggi. WiMAX juga memiliki jangkauan yang luas, dapat mencapai hingga 30 km.
Biaya chip dan BTS yang murah, jangkauan yang luas, dan bitrate yang besar, membuat WiMAX memungkinkan untuk dinikmati oleh rakyat kecil, terutama yang berada di daerah pedesaan dan sulit terjangkau oleh jaringan komunikasi. Kurangnya akses komunikasi adalah salah satu penyebab tidak berkembangnya negara Indonesia, mengingat masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan mencapai 50% dari jumlah penduduk Indonesia. Mencium masalah ini, Direktur Jendral Pos dan Telekomunikasi mencanangkan program Universal Service Obligation (USO).
Seiring adanya program USO, pemerintah akan memprioritaskan pembangunan layanan akses nirkabel pita lebar, atau yang lebih populer disebut WiMAX, ke masyarakat pedesaan. Kami melihat hal ini sebagai sebuah peluang emas, karena dukungan dari pemerintah akan sangat menolong guna penetrasi teknologi WiMAX di Indonesia.
Pemerintah menyerahkan pelaksanaan program USO kepada operator penyedia jasa telekomunikasi yang berhasil memenangkan tender dari pemerintah. Pihak penyedia tower dapat bekerja sama dengan pihak operator. Kerja sama dilakukan dalam bentuk penyediaan layanan sewa BTS dan produksi WP yang di-bundling dengan operator.
Produksi WP yang di-bundling bertujuan untuk menekan harga WP, mengingat target pasar adalah masyarakat pedesaan dengan tingkat ekonomi menengah ke bawah.
Di WP ini terdapat beberapa fitur:
TelBar adalah layanan kerja sama antara operator dengan klien, di mana operator menyediakan sebuah nomor telepon khusus untuk digunakan oleh klien, dan klien memberi sejumlah uang (dalam bentuk pulsa) bagi pengguna yang menghubungi nomor telepon tersebut. Klien dapat menggunakan nomor telepon tersebut untuk menyiarkan iklan maupun untuk keperluan lainnya, misalnya untuk riset pasar.
Persyaratan yang harus dipenuhi oleh klien antara lain :
• Membayar biaya per satuan waktu untuk setiap pengguna yang mengakses layanan TelBar yang diselenggarakan klien. Biaya per satuan waktu sesuai dengan tarif panggilan telepon, yaitu Rp 1 / detik.
• Membayar sejumlah uang (dalam bentuk pulsa) yang diberikan kepada pengguna tersebut. Nominal uang yang diberikan ditentukan oleh klien.
• Membayar sejumlah uang kepada operator sebagai biaya pengadaan layanan.
Layanan TelBar memungkinkan untuk diadakan oleh operator yang menggunakan teknologi WiMAX, mengingat biaya operasional per panggilan yang jauh lebih murah dibandingkan biaya operasional jika menggunakan teknologi GSM maupun CDMA. Jika biaya operasional terlalu tinggi, maka klien akan berpikir dua kali untuk menggunakan layanan TelBar, karena klien harus membayar biaya telepon pengguna yang mengakses layanan TelBar tersebut.
Bagi pengguna WP, layanan TelBar dapat menghasilkan sebuah peluang usaha yang cukup menarik jika dikombinasikan dengan layanan transfer pulsa antar HP, yaitu usaha menjual pulsa elektronik tanpa modal, alias keuntungan 100% (dikurangi biaya listrik untuk melakukan panggilan telepon).
Layanan ini akan sangat menarik bagi masyarakat desa karena dapat memberikan penghasilan tambahan. Layanan ini akan sangat menarik bagi klien karena luasnya pengaplikasian dan luasnya daerah cakupan layanan. Jika dimanfaatkan untuk melakukan riset pasar, layanan ini akan sangat menghemat waktu dan biaya, karena klien tidak perlu terjun langsung ke lapangan, dan dapat menjaring banyak subjek riset dalam waktu yang singkat.
Telepon Premium
Klien dapat menyewa nomor khusus kepada operator, guna menyediakan layanan panggilan telepon dan/atau SMS premium bagi pengguna WP. Panggilan telepon ini bukan sembarang panggilan telepon, karena dapat memberikan informasi-informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat desa, misalnya lowongan pekerjaan di kota, kondisi pasar bahan-bahan pertanian, dan lain-lain.
Layanan ini adalah “jalan tol” masuknya informasi ke desa-desa, dan ketika informasi memasuki desa, otomatis desa dan penduduknya akan menjadi semakin berkembang. Ketika penduduk desa berkembang, maka bangsa Indonesia, yang 50% penduduknya tinggal di daerah pedesaan, dapat semakin cepat pulih dari krisis multidimensi yang berkepanjangan.
WP ini tidak akan terwujud tanpa adanya kolaborasi dari berbagai pihak. Maka berikut ini adalah hubungan kerja sama yang mungkin terjadi antar berbagai pihak:

Walaupun produk ini tampak sangat menarik dan sanggup membantu jutaan rakyat Indonesia yang tinggal di daerah pedesaan yang belum terjangkau, serta turut membuka jalan bagi informasi dan telekomunikasi secara lebih luas, namun tetap memiliki beberapa kelemahan dan ancaman. Untuk lebih jelasnya SWOT analisis nya adalah sebagai berikut:
